Thursday, May 23, 2013

Beranda bioteknologi

Transformasi Sel Inang DNA

September 6, 2011 by · Leave a Comment 

Setelah ligasi maka dilakukan analisis terhadap hasil pemotongan DNA genomik & DNA vektor serta analisis hasil ligasi molekul-molekul DNA tersebut.

Jika hasil elektroforesis menunjukkan bahwa fragmen-fragmen DNA genomik telah terligasi dgn baik pd DNA vektor shingga terbentuk molekul DNA rekombinan, campuran reaksi ligasi dimasukkan ke dlm sel inang agar dapat diperbanyak dengan cepat.

Tahap Transformasi Sel Inang DNA

Dengan sendirinya, di dalam campuran reaksi trsebut selain terdapat molekul DNA rekombinan, juga ada sejumlah fragmen DNA genomik & DNA plasmid yg tidak terligasi satu sama lain. Tahap memasukkan campuran reaksi ligasi ke dalam sel inang ini dinamakan transformasi krn sel inang diharapkan akan mengalami perubahan sifat tertentu setelah dimasuki molekul DNA rekombinan (Haryono, 2008).

Teknik Transformasi Sel Inang DNA

Teknik transformasi pertama kali dikembangkan pd tahun 1970 oleh M. Mandel & A. Higa, yg melakukan transformasi bakteri E. coli. Sebelumnya, transformasi pada beberapa spesies bakteri lainnya yg mempunyai sistem transformasi alami seperti Bacillus subtilis tlah dpt dilakukan. Kemampuan transformasi B. subtilis pada waktu itu telah dimanfaatkan untuk mengubah strain-strain auksotrof (tidak dapat tumbuh pada medium minimal) menjadi prototrof (dapat tumbuh pada medium minimal) dgn menggunakan preparasi DNA genomik utuh. Baru beberapa waktu kemudian transformasi dilakukan menggunakan perantara vektor, yang selanjutnya juga dikembangkan pada transformasi E.coli (Haryono, 2008).

Hal terpenting yg ditemukan oleh Mandel & Higa adalah perlakuan kalsium klorid (CaCl2) yg memungkinkan sel-sel E. coli ntuk mengambil DNA dari bakteriofag l. Pada tahun 1972 S.N. Cohen & kawan-kawannya menemukan bahwa sel-sel yang diperlakukan dengan CaCl2 dapat juga mengambil DNA plasmid. Frekuensi transformasi tertinggi akan diperoleh jika sel bakteri dan DNA dicampur di dalam larutan CaCl2 pada suhu 0 hingga 5ºC. Perlakuan kejut panas antara 37 dan 45ºC selama lebih kurang satu menit yang diberikan setelah pencampuran DNA dengan larutan CaCl2 tersebut dapat meningkatkan frekuensi transformasi tetapi tidak terlalu esensial. Molekul DNA berukuran besar lebih rendah efisiensi transformasinya daripada molekul DNA kecil (Haryono, 2008).

Mekanisme Transformasi Sel Inang DNA

Mekanisme transformasi blum sepenuhnya dpt dijelaskan. Namun, setidak-tidaknya transformasi melibatkan tahap-tahap berikut ini. Molekul CaCl2 akan menyebabkan sel-sel bakteri membengkak & membentuk sferoplas yang kehilangan protein periplasmiknya sehingga dinding sel menjadi bocor. DNA yang ditambahkan ke dalam campuran ini akan membentuk kompleks resisten DNase dengan ion-ion Ca2+ yang terikat pada permukaan sel. Kompleks ini kemudian diambil oleh sel selama perlakuan kejut panas diberikan (Haryono, 2008).

  • transformasi sel inang
  • makalah biologi teknologi dna dsn rekombinan
  • pengertian transformasi dna
  • sel inang transformasi adalah
  • tahapan transformasi DNA
  • transpormasi sel inang

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!